CERPEN | Oven Tangkring untuk Mamak
Pagi menjelang begitu cepat, seperti waktu yang ia habiskan hanya dengan berbaring di sebuah kasur kapuk yang sudah mulai usang. Tak hanya sekali Sari, mamaknya menyindirnya agar tidak mengeram di kamar saja. “Kok saya punya ayam sudah dua puluh tahun tidak juga bertelur ya.” “Ayamnya jantan, mana bisa bertelur.” Sahut Jupri yang tahu bahwa sindiran itu ditujukan pada dirinya. Tubuhnya menggemuk karena sudah sebelas bulan hanya di rumah saja. Anjuran pemerintah, katanya suatu waktu ketika ada tetangganya yang menanyakan perihal keberadaan dirinya. Setelah insiden pemecatan dari bekas tempat kerjanya, ia hanya mengisi hari-harinya di rumah. Kadang pintu kamarnya yang bunyinya mengiris telinga ketika ditutup itu tidak dibuka seharian. Dan mengundang irus mamaknya un...